Beberapa kesalahan dalam berbisnis (versi majalah nova)

Januari 27, 2008 at 1:51 am | In Bincang-bincang | 3 Comments

1. ALASAN TAK TEPAT
Biasanya menjalankan bisnis dilakukan ketika seseorang baru saja di-PHK. Padahal, Anda memerlukan waktu untuk menilai kelebihan dan kekurangan sebelum mengeluarkan sejumlah besar uang dan tenaga untuk berspekulasi dalam wiraswasta. Kecuali Anda memang telah mempersiapkan jauh hari sebelumya dengan baik. Yang kerap terjadi, karena panik dan berpikir harus segera menghasilkan uang serta kembali berkegiatan, orang membuka bisnis secara terburu-buru.

Ingat, tidak ada kamus “menjadi kaya dalam sekejap”. Namun bila sejak dulu Anda memang bercita-cita menjadi seorang pengusaha dan telah melakukan penelitian sebelumnya, baik tentang rencana bisnis ataupun cara mengevaluasi pro dan kontra, wujudkan impian itu dengan mata yang terbuka lebar-lebar.

2. TAK ADA RENCANA JANGKA PANJANG
Pemula bisnis perlu mengawasi bisnisnya secara intensif selama 6 sampai 12 belas bulan pertama. Jadi, pastikan Anda memiliki ide kongkret untuk mempertahankan keuntungan perusahaan selama beberapa tahun mendatang. Untuk itu, diperlukan rencana yang jelas. Bila Anda tak melakukan riset pasar yang memadai, kegagalan dan kerugian finansial jelas bakal dialami.

Perusahaan yang tumbuh berkembang adalah yang secara konstan melakukan penemuan-penemuan baru, memperbaiki, dan mengembangkan produk serta pelayanannya. Juga selalu mencari jalan untuk meningkatkan pendapatannya. Antara lain dengan mengikuti seminar-seminar, mahir berbicara, dan membuat kontrak.

3. BELUM-BELUM SUDAH “ROYAL”
Berhati-hatilah menginvestasikan tabungan untuk berspekulasi. Mengorbankan uang yang sudah disiapkan untuk pendidikan anak-anak serta uang belanja bulanan keluarga, bukan merupakan ide yang baik. Meminjam uang dari sanak keluarga ataupun teman-teman dapat merusak hubungan baik.

Oleh karena itu, bila tidak dapat memperoleh pinjaman dari bank, maka sebaiknya pikirkan kembali rencana bisnis Anda. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah pembagian keuntungan yang tidak sama. Bila partner bisnis memberi jumlah yang besar pada awal berdirinya usaha Anda, maka keuntungan harus dibagi secara adil.

4. TAK PUNYA KETERAMPILAN MENGELOLA
Bila usaha Anda memerlukan tenaga kerja, Anda harus dapat melakukan wawancara saat mencari tenaga, mempekerjakan dengan baik, mengelola, dan memecat pegawai. Anda perlu memiliki keterampilan memimpin untuk memotivasi pegawai agar tidak putus asa bila mengalami masalah-masalah.

Pemimpin yang senang memperhatikan yang kecil-kecil (mikro manajer) dengan pegawai yang tidak terampil, hasilnya adalah motivasi yang tidak baik. Bersikaplah diplomatis, profesional, dan sabar.

5. MERASA PALING HEBAT
Pada akhirnya pengusaha harus tahu, dia tidak dapat melakukan semuanya secara sendirian. Jadi, tak perlu bersikap atau merasa paling tahu, paling hebat. Pekerjakan orang yang mampu dan dapat Anda percayai sesuai dengan bidangnya.

6. DIKELILINGI PARA ABS
Pemimpin yang kuat dan tegas akan membentuk tim kerja yang beranggotakan orang-orang yang mampu dan terampil dalam bidangnya. Jadi, bukan mempekerjakan orang yang hanya bisa mencari muka alias ABS (Asal Bapak Senang).

Anda memerlukan penasihat, mitra, dan pegawai yang dapat dipercaya, yang memberikan umpan balik yang Anda perlukan secara jujur dan bukan hanya ingin menyenangkan hati belaka. Seorang pengusaha dapat menjadi buta secara sementara terhadap masalah-masalah penting. Pastikan keluarga, teman-teman, dan mitra kerja merasa cukup nyaman untuk mengatakan secara jujur kepada Anda tentang kesalahan yang Anda lakukan.

7. SALAH PILIH MITRA
Pastikan Anda melakukan bisnis secara legal. Seorang akuntan yang curang akan menghilang begitu ada pemeriksaan dari kantor pajak atau kantor keuangan. Bahkan mitra yang tidak ikut bekerja secara operasional pun, bisa memiliki niat jahat yang tersembunyi kendati ia merupakan sahabat baik Anda.

Anda harus berhati-hati karena mereka dapat menjadi bumerang bagi Anda bila kepribadian serta etika kerja anda berdua tidak sesuai. Bicarakan pembagian kerja, tanggung jawab, dan apa yang diharapkan dari awal untuk menghindari masalah di kemudian hari.

8. MEMUTUS NET WORKING
Mungkin usaha yang Anda jalani memberikan keuntungan dan pemasukan keuangan yang baik. Terbuai dengan sukses ini, Anda jadi “lupa” pada komitmen untuk selalu melakukan rencana masa depan.

Jadi, jangan pernah lelah mempromosikan perusahan Anda dan cari jalan untuk meningkatkan reputasi serta jaringan pelanggan. Pengusaha properti rumah, contohnya, menangguk hasil gemilang setelah ia memberikan kalender, buletin, pamflet sehingga nama perusahaannya makin dikenal. Cari peluang jaringan di berbagai acara dan kesempatan. Ingatkan teman-teman dan kenalan-kenalan pada produk serta layanan yang Anda berikan dan jangan lupa untuk memperbarui atau barang-barang promosi Anda.

9. SELALU SIAP BERKOMPETISI
Bila Anda berhasil membuat suatu penemuan yang inovatif seperti konsep baru atau hak paten, tidak berarti semua ini dapat betul-betul melindungi Anda dari para plagiat. Adalah wajar jika semua orang yang melihat keberhasilan Anda, ingin menirunya.

Anda harus siap untuk berkompetisi dan masukkan poin ini ke dalam rencana bisnis. Jangan lupa buat proyeksi perkembangan untuk 5 tahun ke depan. Akan luar biasa jika Anda bisa mempertahankan tingkatan yang sama di tahun-tahun mendatang dan bukannya menurun dari tahun ke tahun.

10 PENGELUARAN BERLEBIHAN
Mungkin salah satu bagian dari impian Anda adalah memiliki ruang kerja di sudut kantor menghadap kolam renang atau meja kerja beserta kursi buatan Perancis yang harganya amat sangat mahal. Anda harus dapat bersabar. Menggunakan sebagian besar modal untuk hal-hal seperti itu, jelas tidak bijaksana. Membelanjakan uang hasil jerih payah Anda hanya untuk kesenangan dalam satu malam benar-benar merupakan suatu kebodohan.

11. KEHILANGAN PERSPEKTIF

Pada awalnya, semua pengusaha menenggelamkan dirinya dalam kesibukan operasional harian. Jangan lupa untuk bersantai sebentar seperti minum kopi dengan teman-teman sesudah jam kantor, pergi ke pantai atau makan malam di restoran kesayangan saat akhir pekan.

Sesudah pembicaraan bisnis yang pendek, alihkan pembicaraan ke topik yang lebih ringan. Entah tentang olah raga, hobi, dan lainnya. Untuk menjadi pengusaha yang sukses, Anda memerlukan keseimbangan dalam kehidupan.

12. TAK PUNYA RENCANA CADANGAN
Tidak seorang pun ingin berpikiran negatif. Namun sebagai seorang pengusaha, Anda harus dapat mempersiapkan diri pada hal-hal yang mungkin terjadi di luar dugaan dan kemampuan Anda. Mulai dari produk yang dilarang sampai pada permasalahan buruh, asuransi, serta bursa pasar.

Intinya, Anda harus mempersiapkan diri untuk hal yang terburuk yang mungkin saja terjadi. Siapkan sejmlah rencana cadangan. Jadi, jika gagal di rencana A, Anda masih bisa menjalani rencana B, dan seterusnya. Dengan demikian Anda dapat menyiapkan segala sesuatunya secara matang sebelum perusahaan yang baru Anda rintis hancur berantakan.

3 Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. thank ya

  2. usaha yang abadi adalah usaha yang dirintis dari bawah

    dan usaha yang halal dan tayyib.

  3. usaha yang abadi adalah yang dimulai dari bawah


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.